पलट जाना
Hotel di Ethiopia
13 सितम्बर 2023
Seorang pengguna mengajukan banding atas keputusan Meta membiarkan postingan Facebook yang menyerukan agar sebuah hotel di wilayah Amhara, Ethiopia, dibakar. Kasus ini menyoroti kesalahan Meta dalam menegakkan kebijakannya terhadap seruan untuk melakukan kekerasan di negara yang sedang mengalami konflik bersenjata dan kerusuhan sipil. Setelah Dewan menyampaikan banding tersebut kepada Meta, perusahaan membatalkan keputusan awal mereka dan menghapus postingan tersebut.
Ini adalah keputusan tertulis. Keputusan tertulis memeriksa kasus ketika Meta membatalkan keputusan awalnya atas sebuah konten setelah Dewan memberi tahu perusahaan. Keputusan-keputusan ini mencakup informasi tentang kesalahan yang diakui oleh Meta. Keputusan tersebut disetujui oleh panel Anggota Dewan, bukan oleh Dewan secara keseluruhan. Mereka tidak mempertimbangkan komentar publik, dan tidak memiliki nilai prioritas bagi Dewan. Keputusan tertulis memberikan transparansi mengenai koreksi Meta dan menyoroti area yang penegakan kebijakannya dapat diperbaiki oleh perusahaan.
Ringkasan kasus
Seorang pengguna mengajukan banding atas keputusan Meta membiarkan postingan Facebook yang menyerukan agar sebuah hotel di wilayah Amhara, Ethiopia, dibakar. Kasus ini menyoroti kesalahan Meta dalam menegakkan kebijakannya terhadap seruan untuk melakukan kekerasan di negara yang sedang mengalami konflik bersenjata dan kerusuhan sipil. Setelah Dewan menyampaikan banding tersebut kepada Meta, perusahaan membatalkan keputusan awal mereka dan menghapus postingan tersebut.
Deskripsi dan latar belakang kasus
Pada 6 April 2023, seorang pengguna Facebook mengunggah sebuah gambar dan keterangan yang menyerukan agar sebuah hotel di wilayah Amhara, Ethiopia, dibakar. Pengguna tersebut mengklaim bahwa hotel itu dimiliki oleh seorang jenderal di Pasukan Pertahanan Nasional Ethiopia. Postingan tersebut juga menyertakan foto hotel, alamat, dan nama sang jenderal.
Pengguna mengunggah konten ini selama periode ketegangan politik yang meningkat di wilayah Amhara ketika protes telah berlangsung selama beberapa hari menentang rencana pemerintah untuk membubarkan pasukan paramiliter regional.
Berdasarkan kebijakan Kekerasan dan Hasutan Meta, perusahaan menghapus konten yang menyerukan kekerasan tingkat tinggi. Dalam permohonan banding mereka kepada Dewan, pengguna yang melaporkan konten tersebut menyatakan bahwa postingan itu menyerukan kekerasan dan melanggar Standar Komunitas Meta.
Meta awalnya membiarkan konten tersebut di Facebook. Ketika menyampaikan kasus ini kepada Meta, Dewan memutuskan bahwa postingan tersebut melanggar kebijakan Kekerasan dan Hasutan, dan bahwa keputusan awal untuk membiarkan konten tersebut tidaklah tepat. Perusahaan kemudian menghapus konten tersebut dari Facebook.
Otoritas dan lingkup Dewan
Dewan memiliki wewenang untuk meninjau keputusan Meta setelah banding dari pengguna yang kontennya telah dihapus (Piagam Pasal 2, Bagian 1; Anggaran Rumah Tangga Pasal 3, Bagian 1).
Apabila Meta mengakui telah melakukan kesalahan dan membatalkan keputusannya dalam suatu kasus yang sedang dipertimbangkan untuk ditinjau oleh Dewan, Dewan dapat memilih kasus tersebut untuk mendapatkan keputusan tertulis (Anggaran Rumah Tangga Pasal 2, Bagian 2.1.3). Dewan meninjau kembali keputusan awal untuk meningkatkan pemahaman mengenai proses moderasi konten, guna mengurangi kesalahan dan meningkatkan keadilan bagi pengguna Facebook dan Instagram.
Signifikansi kasus
Kasus ini menyoroti kesalahan Meta dalam menegakkan kebijakannya terhadap seruan untuk melakukan kekerasan di negara yang sedang mengalami konflik bersenjata dan kerusuhan sipil. Seruan untuk melakukan kekerasan semacam itu menimbulkan risiko kekerasan jangka pendek yang lebih tinggi dan dapat memperburuk situasi di lapangan. Itulah sebabnya Dewan merekomendasikan Meta untuk “menilai kelayakan pembentukan mekanisme internal berkelanjutan yang menyediakan keahlian, kapasitas, dan koordinasi yang diperlukan untuk meninjau dan menanggapi konten secara efektif selama durasi konflik”, ( Biro Komunikasi Tilgray, rekomendasi no. 2). Meta sedang dalam proses meluncurkan tim koordinasi krisis untuk memberikan pengawasan operasi khusus selama krisis yang akan terjadi dan yang sedang terjadi. Dewan akan terus mengikuti implementasi mekanisme baru bersama dengan kebijakan yang ada, untuk memastikan Meta memperlakukan pengguna secara lebih adil di wilayah yang terdampak.
Dewan juga merekomendasikan agar Meta membentuk komisi hak asasi manusia yang independen, menyelenggarakan penilaian uji tuntas hak asasi manusia tentang bagaimana penggunaan Facebook dan Instagram untuk menyebarkan ujaran kebencian serta rumor yang tidak dapat diverifikasi yang meningkatkan risiko kekerasan di Etiopia, dan memublikasikan laporan tersebut secara lengkap ( Dugaan kriminal di Raya Kobo, rekomendasi no. 3). Meta memaparkan rekomendasi ini sebagai pekerjaan yang sudah mereka lakukan, tetapi tidak mempublikasikan informasi untuk menunjukkan implementasinya.
Keputusan
Dewan membatalkan keputusan awal Meta untuk membiarkan konten tersebut. Dewan mengakui bahwa Meta telah mengoreksi kesalahan awal mereka setelah Dewan menyampaikan kasus ini kepada perusahaan.